Bisnis.com, KUNINGAN - Jalur pendakian di Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) kembali dibuka mulai Kamis (3/5/2025). Keputusan ini diambil setelah pihak pengelola menyelesaikan serangkaian upaya pemeliharaan jalur pendakian dan pemulihan ekosistem di kawasan taman nasional tersebut.
“Mulai tanggal 03 April 2025, semua jalur pendakian Gunung Ciremai telah dibuka kembali untuk umum. Pastikan Anda telah memenuhi semua persyaratan pendakian yang berlaku dan patuhi semua aturan dan regulasi yang berlaku di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai. Kami menunggu kedatangan Anda, Sobat Ciremai!," tulis dalam unggahan resmi Balai TNGC.
Meskipun jalur telah dibuka kembali, para pendaki tetap diwajibkan untuk mematuhi aturan yang berlaku. Pihak pengelola menekankan pentingnya kesadaran dan tanggung jawab para pendaki dalam menjaga kebersihan serta tidak merusak lingkungan.
Sebelum memulai perjalanan, para pendaki harus memenuhi beberapa persyaratan yang telah ditetapkan. Mereka wajib melakukan pendaftaran resmi melalui sistem booking online atau langsung di pos pendakian.
Selain itu, calon pendaki harus dalam kondisi fisik yang prima dan membawa surat keterangan sehat sebagai bukti kesiapan mereka menghadapi medan yang menantang.
Untuk menghindari overkapasitas, pihak TNGC juga menerapkan kuota pendaki per hari. Demi menjaga keselamatan, setiap pendaki diwajibkan membawa perlengkapan yang sesuai dengan standar keamanan.
Baca Juga
Tak hanya itu, penerapan konsep zero waste hiking juga menjadi aturan yang harus ditaati, di mana setiap pendaki wajib membawa kembali sampah yang dihasilkan selama perjalanan.
Kabar dibukanya kembali jalur pendakian disambut dengan antusias oleh para pendaki, baik dari dalam maupun luar daerah. Beberapa komunitas pendaki bahkan telah merencanakan perjalanan mereka ke Gunung Ciremai dalam waktu dekat.
“Sudah lama menunggu momen ini. Ciremai selalu menjadi destinasi favorit kami karena keindahannya dan tantangan yang ditawarkannya. Kami tentu siap mematuhi aturan demi menjaga kelestarian gunung ini,” ujar Andi, salah seorang pendaki asal Bandung.
Seperti diketahui selama masa penutupan, berbagai langkah pemeliharaan telah dilakukan, seperti perbaikan jalur pendakian yang mengalami erosi, pemasangan rambu-rambu baru, serta pemulihan ekosistem yang terdampak oleh aktivitas pendakian yang tidak ramah lingkungan.
Upaya ini dilakukan demi menjaga keseimbangan ekologi di kawasan Gunung Ciremai, yang merupakan salah satu gunung tertinggi di Jawa Barat dengan ketinggian 3.078 meter di atas permukaan laut.